Rumah Perubahan | Selamat datang di Rumah Perubahan. Tempat dimana Anda dapat memelopori perubahan.

Temukan Kebutuhan Anda di Rumah Perubahan

Pilih kebutuhan tranformasi korporat, komunitas, dan individu Anda sekarang juga.

Dapatkan pengalaman baru dengan mengikuti kegiatan sosial di Rumah Perubahan

Kunjungi dan ketahui lebih dalam tentang Rumah Perubahan

Belajar langsung dari Rhenald Kasali melalui berbagai tulisannya di media massa.

Multimedia Rumah Perubahan

rumah perubahan 9 March, 2020

Melayani masyarakat menjadi salah satu tugas dari Aparatus Sipil Negara. Para ASN dituntut untuk memberikan performa yang profesional dalam setiap tugas yang diembannya. Profesionalitas pun dapat tercipta jika didukung dengan lingkungan kerja yang saling suportif satu sama lain. Persamaan terhadap visi dan misi instansi akan memudahkan koordinasi. Capacity Building: Be a Professional Public Servant diikuti oleh 70 peserta dari PPSDM Kementerian ATR/BPN. Mereka ingin menyamakan kembali visi dan misi agar tercipta lingkungan suportif secara profesional. Bertempat di Rumah Perubahan, kegiatan tersebut memakan waktu 2 hari (6-7 Maret 2020). Diawali dengan pengenalan terhadap mindset, sesi Be A Driver and 7 Elements of Self Driving dibawakan oleh Senior Faculty Member Rumah Perubahan. Di sana, peserta mengetahui perbedaan mindset antara Growth dengan Fixed. Mereka juga mengetahui bahwa ada peran Driver dan Passenger yang bisa menjadi sebuah peran untuk saling mendukung satu sama lain. Bagaimana caranya mengaplikasikan hal tersebut? Sesi selanjutnya membahas bahwa dalam menjadi ASN atau public servant tetap harus menjadi sosok yang profesional dalam How to Be a Professional Public Servant. ASN pun perlu mengetahui bahwa dengan berkembangnya zaman, adanya teknologi yang memudahkan pekerjaan, maka ada pula bentuk-bentuk profesionalitas yang harusnya dimutakhirkan. Misalnya memahami New Power dan Future Skill Set. Sebagai bentuk implementasinya, di hari kedua para peserta mendapatkan simulasi kompleks bertajuk Urban Outbond. Mereka diberi misi yang harus diselesaikan dalam kurun waktu tertentu dan dengan sumber daya yang terbatas. Peserta sempat menganggap bahwa simulasi tersebut tidak akan bisa dipecahkan. Akan tetapi, mereka berhasil menyelesaikan hal simulasi dengan baik dan tepat waktu. Apa yang mereka lakukan di luar ruangan melalui Urban Outbond kemudian digali. Senior Faculty Member Rumah Perubahan memandu jalannya diskusi dalam sesi See-Move-Done & Teamwork. Di dalamnya dibahas betapa pentingnya membangun kerja sama yang baik dalam satu instansi agar visi dan misinya dapat dicapai. Penerapan dari materi di hari pertama dan dimantapkan melalui simulasi dan reflection insight di hari kedua hendaknya sudah bisa menjadi bekal untuk para ASN dalam meningkatkan kapasitasnya. Terutama dalam hal profesionalitas kerja dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Perusahaan yang Bekerja Sama dengan Rumah Perubahan

Halaman Klien & Mitra

Share on Pinterest
There are no images.

Ketika perubahan kerap terjadi, kita tidak bisa hanya mengandalkan hal yang itu-itu saja. Terutama di era #MO yang mana “the main is no longer the main.” Kebiasaan manusia saja berubah. Begitu pula dengan yang dikonsumsi. Maka, sudah sepatutnya jika produk juga semakin berkembang. Kehadiran teknologi yang didukung oleh inovasi bisa membuat sebuah produk menjadi semakin dekat dengan kebutuhan konsumen. Tetapi jangan lupa, ketika pengembangan produk sudah didapatkan, penting juga untuk memikirkkan cara mengenalkannya kepada khalayak ramai.

Itulah yang dilakukan oleh PT Permodalan Nasional Madani bersama dengan Rumah Perubahan. Selama dua hari (19-20 Februari 2020), sebanyak 36 orang dari beragam jajaran pemangku kebijakan di PT PNM mengikuti Workshop Product Development and Marketing.

Sebagai landasan sebelum memulai jalannya workshop, bersama-sama dibahas mengenai bisnis yang dijalankan oleh PNM selama ini. Prinsip-prinsip mendasar di dalam perusahaan harus disamakan terlebih dahulu antara peserta. Hal itu akan memudahkan jalannya pengembangan produk dan pencarian solusi hingga inovasi. Barulah setelah itu, diperkenalkannya Business Model Canvas. Dipandu oleh Senior Faculty Member Rumah Perubahan, diskusi sekaligus simulasi dilakukan untuk memperdalam pemahaman para peserta.

Dari Business Model Canvas, selanjutnya peserta diajak untuk berkenalan dengan Value Proposition Canvas. Penting kiranya bagi organisasi untuk mengetahui apa value yang ingin diperkenalkan kepada konsumen. Hal tersebut juga bisa dijadikan sebagai pemantik untuk melahirkan adanya produk baru. Dari diskusi yang muncul, tampak bahwa para peserta kaya akan inovasi dan berkeinginan untuk mewujudkan ide tersebut menjadi sebuah produk baru.

Selesai di hari pertama yang memfokuskan pada Product Development, hari kedua beralih pada pembahasan mengenai Marketing Strategy. Di hari kedua pula para peserta telah mendapatkan minimal satu produk yang memang ingin diwujudkan. Menggunakan produk tersebut, mereka pun mempelajari bagaimanakah cara yang baik untuk mengenalkannya kepada masyarakat. Misalnya saja dengan melakukan pemetaan terhadap target yang ingin disasar hingga positioning di antara produk-produk yan sudah ada.

Ketika Marketing Strategy sudah didapatkan secara jelas, kini saatnya untuk mulai merencanakan action plan. Agar lebih mudah membayangkan seperti apa langkah yang harus diambil, para peserta pun mendapatkan sesi Pengembangan Kapasitas Usaha. Dari situ, peserta terbantu untuk merencanakan langkah awal agar Product Development dan Marketing Strategy bisa terlaksana degan baik.

Share on Pinterest
There are no images.