Menggambar di Kanvas, Mensimulasikan #NewPower - Rumah Perubahan | Rumah Perubahan

Menggambar di Kanvas, Mensimulasikan #NewPower

Menggambar di Kanvas, Mensimulasikan #NewPower

Dalam kegiatan Escaping the Old Power yang diadakan di Rumah Perubahan, diramulah materi yang diambil dari sari-sari buku terbaru Porf. Rhenald Kasali yang berjudul #MO — Mobilisasi dan Orkestrasi. Memang, adanya mobilisasi dan orkestrasi muncul karena adanya kekuatan yang baru alias New Power. Kekuatan ini hadir lantaran enam pilar teknologi yang sudah mulai mengiringi kehidupan kita sekarang. Sayangnya, belum semua menyadari bahwa enam pilar teknologi tersebut bisa bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas.

Ada pula yang merasa bahwa teknologi hanya sebatas enabler, bukan menjadi salah satu sumber daya yang bisa diberdayakan untuk menjadikan perusahaan dan organisasi menjadi semakin relevan. Ketika New Power mulai mengusik, orang-orang di dalam perusahaan hanya menganggapnya sebagai gangguan sementara. Alias, mereka meyakini bahwa tidak perlu ada yang diubah karena nantinya semua akan kembali baik-baik saja.

Padahal kenyataannya tidak demikian. Old Power harus bersedia menyesuaikan diri dengan kehadiran New Power. Ada informasi yang bisa diperbaiki dan diperbarui. New Power membantu perusahaan dan organisasi untuk dapat mengikuti tuntutan zaman. Old Power lantas tidak langsung digeser oleh New Power. Kedua macam kekuatan tersebut saling berkolaborasi memperkokoh startegi yang ada di dalam perusahaan.

Untuk memahami hal ini, Rumah perubahan memiliki simulasi bertajuk My Canvas. Menjadi sebuah kemudahan bagi para peserta untuk memahami materi jika disertai dengan aktivitas yang melibatkan mereka. Tidak sekadar duduk diam dan mendengarkan saja.

Menggambar di atas kanvas dengan hanya warna kuning saja juga memacu peserta untuk berpikir secara kreatif

My Canvas mensimulasikan satu perusahaan atau organisasi yang harus beradaptasi dengan peraturan baru. Ada batasan-batasan dan kondisi tertentu yang “memaksa” mereka, para board of director (misalnya) untuk dapat berpikir secara kreatif bagaimana menyelesaikan masalah dan tantangan tersebut. Awalnya, hanya satu orang saja yang boleh menggambar di atas kanvas. Sisanya dilarang mengintip. Yang menggambar pun diberikan batasan untuk hanya menggunakan satu warna saja dan dalam waktu yang terbatas pula. Ketika waktu habis, board of director selanjutnya yang melanjutkan gambar tersebut.

Kemudian, peraturan berubah. Dua orang bisa menggambar. Namun tetap dengan batasan warna tertentu. Pada akhirnya, hingga anggota board of director yang ditukar ke kanvas yang lain, gambar harus tetap jadi sesuatu yang bisa dipresentasikan di depan kelas.

Simulasi My Canvas menunjukkan bagaimana dalam era MO, perubahan bisa terjadi dengan sangat singkat. Belum sempat perusahaan kita berbenah, ternyata ada lagi yang baru. Kalau para board of directors tidak bisa mengikutinya, maka bukannya tidak mungkin mereka tergerus dengan hal ini. New Power dan Old Power disimulasikan dengan aturan dan para peserta yang mencoba tetap menggambar meski peraturannya berganti.

Melalui simulasi My Canvas, Prof. Rhenald Kasali menjelaskan betapa Old dengan New Power sebaiknya saling berkolaborasi.

Sebelum acara ditutup, Prof. Rhenald Kasali memberikan insight terkait hubungan antara simulasi My Canvas dengan kolaborasi antara Old dan New Power.

Masukkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.