Kehumasan di Era #MO, Kehumasan Cara Baru - Rumah Perubahan | Rumah Perubahan

Kehumasan di Era #MO, Kehumasan Cara Baru

Kehumasan di Era #MO, Kehumasan Cara Baru

Masih dengan gaung #MO – Mobilization and Orchestration – ternyata masih ada banyak hal yang bisa dieksplorasi untuk mengembangkan strategi perusahaan. Misalnya saja dalam segi kehumasan. Melihat fenomena saat ini bagaimana sebuah isu bisa langsung bergulir dengan cepat, perlu sebuah penanganan yang tepat. Bersama Rumah Perubahan, para pelaku kehumasan belajar bagaimana menangkal pemberitaan-pemberitaan negatif di luar sana.

Menanam Berita Baik

Dibuka oleh Prof. Rhenald Kasali, pelatihan Kehumasan di Era #MO memberikan pengantar melalui fenomena-fenomena. Tentang bagaimana banyak pihak menerapkan shaping dan sharing sehingga pesan yang tersebar luas sudah berubah makna dari tujuan semula.

Pembukaan dari Prof. Rhenald Kasali kemudian diperdalam lagi melalui sharing session dengan Direktur SDM PT Waskita Karya, Hadjar Seti Adji. Hadjar bercerita, sebagai salah satu BUMN di Indonesia, PT Waskita Karya tidak luput dari pemberitaan negatif. Banyak pula pemberitaan-pemberitaan yang tampak dibuat-buat hanya untuk menjatuhkan pihak tertentu. Sebagai usaha dalam menangkis hal tersebut, Hadjar mengatakan bahwa ia dan timnya mulai melakukan penanamn berita baik. Misalnya saja, PT Waskita Karya mengadakan kegiatan yang seminar kebangsaan untuk pelajar SMA se-DKI Jakarta, atau kegiatan yang merangkul banyak lapisan masyarakat untuk mengenalkan bahwa PT Waskita Karya bukanlah sekadar perusahaan kontraktor, namun sudah menjadi developer infrastruktur.

Hadjar Seti Adji, Direktur SDM PT Waskita Karya (atas) dan Iqbal Hariadi, Head of Marketing Kitabisa (bawah) berbagi ilmu mengenai Kehumasan di Era MO.

Tetapi, kata Hadjar, penanaman berita baik juga perlu didukung dengan perubahan budaya di dalam perusahaan itu sendiri. Setiap insan didorong untuk menciptakan kegiatan-kegiatan positif guna mendorong publisitas perusahaan.

Sekadar Menciptakan Saja Tidak Cukp. Viralkan!

Guest speaker selanjutnya datang dari Kitabisa.com. Iqbal Hariadi selaku Head of Marketing bercerita bagaimana Kitabisa tumbuh pesat beberapa tahun belakangan. Dalam materinya, ia menitikberatkan pada cara pembuatan konten dan kanal distribusi yang bisa dicoba oleh para peserta.

Maka dari itu, Iqbal mengatakan meski para peserta sebagian besar bukan dari industri media namun memiliki mentalitas seperti perusahaan media adalah salah satu modal untuk dapat menangkal pemberitaan negatif. Yang artinya, semua hal dalam perusahaan bisa saja dijadikan materi untuk dipublikasikan. Dan apabila ingin lebih mendalam, melakukan riset juga merupakan hal yang krusial.

Para peserta mengikuti arahan ketika lokakarya membuat video, menulis caption, hingga mengukur impact selama kegiatan Kehumasan di Era #MO.

Selepas pembahasan dari Kitabisa, peserta kemudian diajak untuk mengukur impact dari isu-isu yang sedang ramai dibicarakan. Dalam sesi Measuring Impact, para peserta dibantu oleh fasilitator mencari tahu aspek apa sajakah yang bisa memperkuat amplifikasi isu mereka.

Selama dua hari kegiatan Kehumasan di Era #MO, peserta juga diajari bagaimana caranya membuat video dan teks untuk membantu publisitas perusahaan. Dari situ, mereka bisa mengembangkan strategi untuk menangkis berita-berita negatif.

Masukkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.